6 Kondisi dan Prasyarat untuk Haji yang Harus Diketahui Setiap Haji

Islam, agama sejati dunia secara eksklusif berdasarkan peraturan dan peraturan yang ditetapkan. Setiap muslim harus mematuhi kewajiban yang ditentukan oleh Allah Yang Maha Kuasa. Tidak dapat dipungkiri bagi setiap pria dan wanita Muslim untuk mematuhi semua panduan Islam yang pada dasarnya terkait dengan melakukan sholat.

Rasa syukur umat Islam terhadap Allah dan agamanya, Islam nampaknya tidak memadai sampai perjalanan ke Mekah dan melakukan ibadah haji. Namun, ziarah ke Mekah memiliki kewajiban tertentu dan orang percaya terikat untuk memenuhi syarat wajibnya. Ada enam prakondisi kunci yang harus dipenuhi sebelum pergi untuk haji atau kalau tidak dia tidak memenuhi syarat untuk melakukan ritual Islam penting ini. Persyaratan yang darinya haji tidak dianggap wajib meliputi travel umroh terpercaya:

– Menjadi Muslim

Semua ibadah dan sholat Islam hanya terkait dengan umat Islam; Begitu juga melakukan ibadah haji. Alasan dibalik adalah bahwa sembahyang apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman tidak sah. Jadi, orang yang tidak beriman diharuskan masuk Islam pada awalnya. Begitu dia menjadi Muslim dengan menerima Allah Yang Maha Kuasa sebagai satu dan hanya otoritas tertinggi dan Muhammad (p.b.u.h) sebagai utusan terakhirnya maka dia pasti akan melakukan tugas dalam Islam. Sekarang dia bisa sholat lima kali sehari, memberi zakat dan melakukan ibadah haji bersama dengan banyak ritual Islam lainnya.

– Menjadi Orang Dewasa

Haji diwajibkan setiap saat untuk setiap pria dan wanita dewasa Muslim. Anak-anak tidak diwajibkan melakukan haji tapi jika orang tua mereka ikut bersama mereka, haji akan diterima. Hal terbaik di sini adalah penghargaan itu tidak hanya berlaku untuk anak tapi juga orang tua akan dihargai selain haji mereka sendiri.

– Menjadi pikiran yang sehat

Jika seseorang dipengaruhi oleh penyakit fisik atau psychological sedemikian rupa sehingga dia tidak mengenali apa yang sedang dia lakukan atau katakan, haji tidak wajib bagi orang yang tidak berpikiran tersebut sampai dia kembali ke keadaan normal.

Nabi (SAW) berkata: “Pena telah diangkat dari tiga (Yaitu, tiga perbuatan tidak dicatat dan karenanya orang tidak bertanggung jawab):

1. orang gila sampai dia sadar

2. seorang anak yang sedang menunggu pubertas;

3. Seseorang yang tidur sampai dia bangun tidur

[HR. Abu Dawood (4403), al-Nasaa’i (3432), al-Tirmidzi (1423) dan Ibn Majaah (2041)]

– Bebaskan

Haji tidak wajib bagi seorang budak. Dengan alasan bahwa dia mungkin tidak memiliki cukup dana untuk pengangkutan, dan tempat tinggal dan lain-lain. Apalagi, dia akan terganggu oleh tugasnya terhadap tuannya.

– Mampu Finansial

Setiap Muslim dewasa yang secara finansial mampu melakukan ibadah haji, harus melakukannya dengan kemungkinan yang paling cepat. Sebaliknya, jika Anda berada di bawah hutang atau kemampuan finansial Anda tidak cukup maka Anda tidak diizinkan pergi untuk haji. Hal ini karena jumlah keuangan yang ditetapkan diperlukan untuk bepergian ke Mekkah, tinggal di sana dan kembali lagi.

– mampu secara fisik

Mampu secara fisik berarti Anda harus memiliki tubuh yang sehat sehingga dia dapat menanggung segala kesulitan yang benar saat bepergian ke Mekkah dan melakukan ritual haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.